Kalsel.kuytanda.com | HST -Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menunjukkan komitmen mendukung program swasembada pangan nasional dengan mengikuti Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang dipimpin Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara daring, Rabu (7/1/2026).
Kegiatan nasional yang dipusatkan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat tersebut diikuti Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah Gusti Rosyadi Elmi melalui Zoom Meeting bersama Dandim 1002 Hulu Sungai Tengah serta jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa capaian cadangan beras nasional yang dikelola Perum Bulog hingga lebih dari 3 juta ton merupakan hasil kerja keras seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, petani, hingga pelaku usaha sektor pangan. Menurutnya, capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan Indonesia menuju kedaulatan pangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Presiden menegaskan bahwa ketahanan dan kemandirian pangan adalah fondasi utama bagi kekuatan sebuah bangsa, terlebih di tengah konflik dan ketidakpastian global yang berdampak langsung terhadap rantai pasok pangan dunia. Ia menilai Indonesia tidak boleh bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya.
“Bangsa yang merdeka adalah bangsa yang mampu memberi makan rakyatnya sendiri. Kita harus berdiri di atas kaki kita sendiri dalam urusan pangan. Dengan cadangan beras yang kuat, kita memiliki posisi yang lebih berdaulat dan mandiri,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo juga menyampaikan optimisme bahwa target swasembada pangan nasional yang direncanakan dalam empat tahun ke depan dapat dicapai lebih cepat apabila seluruh pihak bekerja secara konsisten dan berkelanjutan. Selain beras, pemerintah juga menargetkan swasembada pada komoditas pangan strategis lainnya, baik sumber karbohidrat maupun protein, guna menjamin ketersediaan pangan nasional secara menyeluruh.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa modernisasi dan pemanfaatan teknologi merupakan kunci utama peningkatan produksi pangan. Menurutnya, penerapan teknologi mampu meningkatkan produktivitas secara efisien sekaligus menurunkan biaya produksi.
“Kita tidak boleh setengah-setengah dalam meningkatkan produksi pangan. Semua harus berbasis inovasi dan teknologi. Inilah transformasi dari pertanian tradisional menuju mekanisasi penuh,” tegasnya.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan nasional tersebut, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional.
liputan :ahma firdaus
Editor : redaksi









