Kalsel.Kuytanda.com | Banjar – Banjir sudah 3 pekan lebih melanda kabupaten Banjar, dampak yang paling berat adalah pemukiman yang berada di daerah Aliran sungai Martapura. Senin /01/2026
Banjir ini membuat aktifitas masyarakat terganggu, hingga menutup akses jalan dibeberapa titik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Banjir tahun ini selain dipengaruhi faktor cuaca ekstrem dimana intesitas hujan sangat tinggi juga bertepatan dengan kondisi pasang di Aliran Sungai Barito dan pasang air laut Jawa.
Kepedulian komunitas GIP (Gerakan Intan Peduli) yang berkedudukan di Martapura kembali menggerakkan relawannya untuk memantau dan membantu masyarakat yang terdampak banjir.
Dengan ditingkatkannya status menjadi tanggap darurat pada tanggal 2 Januari 2026 oleh Bupati Banjar, relawan bergerak hingga melakukan penggalangan dana dari donatur GIP, ungkap Aseri selalu Sekretaris GIP.
Banjir yang terjadi Desember 2025 ini berlanjut sampai saat ini di bulan Januari 2026 semoga banjir lekas surut saat meninjau beberapa lokasi yang ada di wilayah Pekauman dan sekitarnya, ungkap Anderi Ketua GIP.
Hal ini yang menggerakkan GIP untuk melakukan tindakan lanjutan yakni membantu warga masyarakat terdampak, dengan bantuan sembako yang dihimpun dari masyarakat untuk masyarakat ini diharapkan dapat meringankan beban warga.
Puncaknya penyaluran tahap 1 dilakukan hari Sabtu, 9 Januari 2025 logistik berhasil disalurkan ke beberapa posko dapur umum di antaranya wilayah Pekauman kampung keramat, sungai Kitano dan terakhir Lok Buntar dan Pejambuan.
Pengiriman Bahan logistik dari Gerakan Intan Peduli yang disalurkan di bantu relawan Emergency Rescue Citra ini sangat bermanfaat untuk dapur umum, dimasak sama-sama oleh ibu-ibu dan dibagikan untuk warga, Alhamdulillah warga sangat berterimakasih ungkap, Gusti Aam relawan Pejambuan
Semoga kondisi banjir ini segera surut sehingga masyarakat dapat beraktivitas kembali.
Tim liputan, Kalsel.Kuytanda.com
Editor : KT.02









