Kuytanda.com | JEMBER – Jember Dilanda Banjir, Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jember sejak Minggu siang (19/1/2025) telah menyebabkan banjir meluas ke sejumlah kawasan, merendam pemukiman warga, dan mengganggu aktivitas masyarakat.
(Tagana) Taruna Siaga Bencana dan Sahabat Tagana lansung bergerak cepat ke setiap masing masing lokasi banjir terutama di pemukiman warga terdampak, untuk membantu korban banjir.
Hujan dengan intensitas sedang hingga deras mulai turun sekitar pukul 12.30 WIB.
Air meluap ke jalan-jalan utama dan pemukiman warga, menggenangi sejumlah lokasi seperti Kelurahan Sumbersari, Kaliwates, Desa Rambigundam di Kecamatan Rambipuji. Dan masih banyak kecamatan dan desa lainnya yang terdampak banjir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Puncaknya, pada pukul 16.50 WIB, banjir mencapai ketinggian antara 20 hingga 100 cm di beberapa titik.
Dampak Banjir di Beberapa Lokasi
Banjir melanda sejumlah lokasi dengan dampak yang signifikan: Kelurahan Sumbersari (Lokasi Gumuk Kerang dan Perum Mastrip) Gumuk Kerang (Jl. Kaliurang) Sekitar 25 rumah warga terdampak dengan genangan air setinggi 20-40 cm.
Luapan banjir juga menggenangi jalan dengan ketinggian hingga 60 cm, mengakibatkan puluhan sepeda motor mati dan satu unit mobil terseret arus.
diperum mastrip Sekitar 30 rumah warga dan puluhan UMKM terkena dampak dengan ketinggian air mencapai 70 cm di jalan, begitupun dikecamatan kaliwates kelurahan mangli (Krajan)Sebanyak 50 kepala keluarga (kk) di RT 01/RW 6 terdampak banjir setinggi 30-60 cm.
Kelurahan Kepatihan (Chondro) Sekitar 14 KK di RT 01/RW 24 terendam air dengan ketinggian yang sama.
Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji. Dusun Dukusiah menjadi lokasi dengan dampak terparah, sebanyak 41 KK di empat RT terdampak dengan ketinggian air mencapai 100 cm di jalan, dan jl Argopuro dusun Krajan RT/RW 001/018 Rambigundam masuk dalam rumah warga yang dulunya tidak pernah masuk.
Hingga pukul 19.00 WIB, Tagana dan (ST) Sahabat Tagana Jember bersama berbagai pihak telah melakukan sejumlah langkah, seperti koordinasi lintas instansi, asesmen lokasi terdampak, dan dokumentasi.
Tim gabungan dari Tagana (ST) BPBD, TNI/Polri, perangkat desa, relawan, dan warga setempat juga membantu penyedotan air menggunakan alat alkon di rumah-rumah warga.
Dengan kebutuhan mendesak logistik dan peralatan untuk rumah tangga terdampak masih sangat dibutuhkan, terutama di Dusun Dukusiah, Rambigundam. di wilayah rawan banjir, seperti Perum Mastrip dan sekitar Universitas Jember.
Banjir mulai surut secara perlahan, namun potensi banjir ulang tetap ada apabila hujan deras kembali turun. “Cuaca di lokasi saat ini dilaporkan masih gerimis.









